![]() |
| Suasana ketika Polres Fakfak Turut Hadir Dalam Pelaksanaan Sholat Istisqa di Taman RTH KH Ma'ruf Amin. (Foto: Istimewa) |
PABAR.EXPOST.CO.ID, FAKFAK – Menghadapi musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air bersih, ratusan warga Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menggelar Sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Sholat Istisqa berlangsung di Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH), Jalan Dr. Salasa Namudat, Distrik Fakfak. Sekitar 500 jemaah mengikuti ibadah tersebut bersama Bupati Fakfak Samaun Dahlan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), personel Polres Fakfak, unsur TNI, serta tokoh agama dan masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.15 WIT itu dipimpin Ustadz H. Mustagfirin, M.Si., sebagai imam, sedangkan Drs. H. Jumroni, M.M., bertindak sebagai khotib.
Dalam sambutannya, Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengajak masyarakat menjadikan Sholat Istisqa sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Bupati yang akrab disapa SD tersebut juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijak dan berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, personel Polres Fakfak tidak hanya melaksanakan pengamanan, tetapi juga berbaur dengan masyarakat dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Pengamanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Fakfak Nomor: Sprin/620/X/IPP.3.2./2026. Pelaksanaan pengamanan di lapangan dipimpin KBO Sat Samapta Polres Fakfak, IPDA Firman Praja Barhitu.
Perwakilan Polres Fakfak menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus komitmen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama menjalankan ibadah.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 08.45 WIT. Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, situasi selama Sholat Istisqa berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memperkuat kebersamaan dan kepedulian dalam menghadapi musim kemarau, termasuk menjaga ketersediaan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. (*)


Social Footer