![]() |
| Suasana Ketika Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, turun langsung salurkan bantuan air bersih kepada warga saat kemarau melanda kota Fakfak (FOTO: ISTIMEWA/IMRAN ALWI. FUAD) |
PABAR.EXPOST.CO.ID, FAKFAK — Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung membantu masyarakat menyusul krisis air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengatakan, pemerintah daerah harus hadir secara langsung untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi di tengah kondisi kekurangan air yang terjadi saat ini.
“Seperti yang kita ketahui, kondisi saat ini kesulitan air bersih benar-benar terjadi di Kabupaten Fakfak. Untuk itu, pemerintah harus turun tangan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih,” kata Samaun.
Sebagai langkah awal, Pemkab Fakfak akan melakukan distribusi air bersih setiap hari selama satu minggu dengan melibatkan jajaran OPD secara bergiliran. Setelah masa pelayanan tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Pada tahap awal, distribusi air dipusatkan di Distrik Pariwari. Seluruh OPD yang telah mendapatkan jadwal diminta memfokuskan pelayanan di wilayah tersebut agar distribusi air kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Pindah semua fokus di satu distrik, nanti tinggal Pak Distrik membagi ke kelurahan-kelurahan mana yang bisa kita distribusikan,” ujarnya.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, Pemkab Fakfak menyiapkan sejumlah sumber air, di antaranya Kali Air Besar dan Ubadari. Pada pelaksanaan awal, kendaraan pikap mengambil air dari Nemewikaria, sedangkan kendaraan berkapasitas besar mengambil air dari Air Besar.
![]() |
Bupati Fakfak Samaun Dahlan menyalurkan air bersih kepada warga di Pasar Dulan Pokpok, Distrik Pariwari, Fakfak, Papua Barat, Selasa (6/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA) |
Sementara itu, di Distrik Fakfak Barat, pemerintah distrik telah memperoleh dukungan kendaraan dan mulai melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Untuk wilayah Tomage dan Bomberay, pemerintah memanfaatkan sumur bor yang telah tersedia. Sebelumnya, Kodim juga telah membantu pengeboran tujuh sumur di wilayah Bomberay dan Tomage sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Samaun menegaskan, penanganan krisis air bersih akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga akan melibatkan instansi vertikal, termasuk TNI dan Polri, untuk memperluas jangkauan distribusi air kepada masyarakat.
“Setelah itu saya akan libatkan lagi instansi-instansi vertikal seperti TNI dan Polri, semua akan saya libatkan sehingga kita bisa bagi dan distribusikan untuk membantu masyarakat,” katanya.
Selain mengandalkan distribusi menggunakan kendaraan, Pemkab Fakfak menyiapkan langkah jangka panjang melalui percepatan pembangunan sumur bor di sejumlah titik yang membutuhkan sumber air.
Bupati menyebutkan, peralatan pengeboran dari Kodim telah tiba dan pemerintah akan mempercepat pelaksanaan pengeboran sebagai upaya mengantisipasi kondisi kekurangan air yang belum dapat dipastikan sampai kapan berlangsung.
“Kita harus berpikir cepat karena kita tidak tahu situasi kondisi ini sampai berapa lama. Langkah pemerintah harus kita lakukan karena kita takut sekali kalau masyarakat sama sekali tidak ada air,” tegas Samaun.
Pemerintah Kabupaten Fakfak memastikan penanganan krisis air bersih akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya pemerintah serta dukungan lintas instansi agar kebutuhan dasar masyarakat dapat tetap terpenuhi. (*)



Social Footer