PABAR.EXPOST.CO.ID, FAKFAK – Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama kembali tercermin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Umat Katolik yang tergabung dalam Tim Pastoral Wilayah (TPW) Fakfak menyerahkan bantuan 500 karton air mineral merek Krawedi kepada panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, Kamis (6/8/2026) kemarin.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan TPW Fakfak, Josep Goenawan, kepada Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, Drs. H. Wahidin Puarada.
Josep Goenawan mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi para pastor bersama umat Katolik dari lima paroki di bawah Tim Pastoral Wilayah Fakfak. Menurutnya, dukungan itu menjadi bentuk nyata kebersamaan sekaligus komitmen umat Katolik dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Fakfak.
"Bantuan ini berasal dari para pastor bersama umat Katolik dari lima paroki di Tim Pastoral Wilayah Fakfak. Kami ingin ikut berpartisipasi menyukseskan peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua sebagai wujud persaudaraan yang selama ini terjalin dengan baik di Fakfak," ujar Josep yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak.
Ia menuturkan, kehidupan masyarakat Fakfak sejak lama dikenal dengan tradisi hidup berdampingan dalam suasana damai, saling menghormati, dan saling mendukung tanpa membedakan agama maupun latar belakang.
Karena itu, setiap kegiatan keagamaan selalu menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan sukses. Semoga peringatan ini semakin mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan seluruh masyarakat Fakfak," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, Drs. H. Wahidin Puarada, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan umat Katolik TPW Fakfak.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya bernilai material, tetapi juga menjadi simbol kuatnya toleransi dan kepedulian antarumat beragama yang telah lama menjadi identitas masyarakat Fakfak.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada umat Katolik TPW Fakfak atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan bukti bahwa nilai-nilai toleransi terus hidup di tengah masyarakat Fakfak," ujar Wahidin.
Ia menambahkan, semangat saling mendukung tersebut merupakan implementasi nyata falsafah masyarakat Fakfak, "Satu Tungku Tiga Batu", yang mengajarkan pentingnya hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga persatuan dalam keberagaman.
"Peringatan ini bukan hanya menjadi milik umat Islam, tetapi menjadi momentum bersama untuk memperkuat persaudaraan seluruh masyarakat Fakfak. Nilai-nilai Satu Tungku Tiga Batu harus terus dijaga sebagai warisan yang memperkokoh persatuan," katanya.
Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua menjadi lebih dari sekadar perayaan sejarah. Dukungan lintas agama yang ditunjukkan umat Katolik TPW Fakfak memperlihatkan bahwa semangat toleransi, gotong royong, dan kebersamaan tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat di Kabupaten Fakfak.
Keharmonisan tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi dalam memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun Tanah Papua yang damai, inklusif, dan penuh semangat persaudaraan. (*)


Social Footer