![]() |
| Ketua terpilih Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak periode 2026-2031, Iptu Slamet Efruan ketika menyampaikan sambutan usai penetapan ketua terpilih. (FOTO: IMRAN ALWI) |
Ajakan tersebut disampaikan Slamet dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Panitia Pemilihan Ketua Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak, Jalan KH Dewantara, Kamis (23/7/2026) sore.
Dalam sambutan perdananya setelah terpilih, Slamet menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila dinamika yang terjadi selama proses pemilihan, termasuk berbagai unggahan dan komentar di media sosial, menimbulkan ketidaknyamanan atau menyinggung perasaan.
"Saya atas nama keluarga besar memohon maaf sebesar-besarnya apabila ada pihak yang merasa terganggu dengan berbagai postingan maupun komentar di media sosial. Semua itu merupakan dinamika dalam organisasi," kata Slamet.
Menurut dia, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, setelah proses Musda dan penetapan ketua terpilih selesai, seluruh pihak diharapkan dapat kembali bergandengan tangan untuk membangun organisasi bersama.
"Sekarang tidak ada lagi tim A dan tim B. Tidak ada lagi tim yang ini atau tim yang itu. Kita semua adalah satu. Mari kita bekerja sama dan bersatu untuk memajukan kerukunan ini ke depan," ujarnya.
Slamet juga menekankan pentingnya membangun organisasi melalui komunikasi, musyawarah, dan keterbukaan. Ia berharap setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak dapat dibahas dan diputuskan secara bersama-sama.
"Setiap apa yang terjadi di dalam kerukunan ini, mari kita duduk dan bicarakan bersama. Jangan semata-mata karena ketua kemudian semua keputusan diambil sendiri," katanya.
Ia menilai masyarakat Kei di Fakfak memiliki potensi besar di berbagai bidang, mulai dari nelayan, pelaku usaha kecil, politisi hingga birokrasi. Karena itu, seluruh potensi tersebut perlu dikelola melalui kerja sama agar memberikan manfaat bagi keluarga besar masyarakat Kei secara keseluruhan.
"Kalau kita ingin menghasilkan sesuatu yang baik, semuanya harus melalui kebersamaan. Kita harus duduk bersama untuk membicarakan dan mengatur apa yang menjadi kepentingan kita bersama," tutur Slamet.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menyikapi dinamika organisasi dengan bijak. Menurutnya, berbagai pernyataan maupun unggahan di media sosial yang muncul selama proses Musda seharusnya tidak menjadi alasan untuk memperpanjang perbedaan.
Slamet berharap seluruh keluarga besar masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak dapat menyampaikan kepada masyarakat bahwa proses Musda telah selesai dan organisasi kini memasuki tahap baru untuk membangun kebersamaan.
"Semua sudah selesai. Sekarang saatnya kita bergandengan tangan dan berdiskusi bersama demi memajukan apa yang telah kita hasilkan hari ini," katanya.
Selanjutnya, Slamet bersama tim formatur akan segera melengkapi struktur kepengurusan Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak periode 2026-2031. Ia berharap proses tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat sehingga kepengurusan baru segera dikukuhkan dan dapat langsung bekerja.
"Kami bersama tim formatur akan secepatnya melengkapi kepengurusan agar dalam waktu dekat dapat dikukuhkan dan kemudian mulai bekerja," ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Slamet kembali menyampaikan permohonan maaf atas berbagai dinamika yang terjadi selama proses pemilihan. Ia berharap seluruh perbedaan yang sempat muncul dapat menjadi pembelajaran untuk memperkuat persatuan masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak.
"Saya mohon maaf apabila dinamika yang terjadi mengganggu atau menyinggung perasaan. Semua itu merupakan kekurangan dari kami. Semoga ke depan kita dapat bersatu dan bersama-sama membangun kerukunan ini menjadi lebih baik," pungkasnya. (*)
Reporter: Imran Alwi
Editor : Redaksi


Social Footer