Breaking News

Pemilihan Ketua KMK Fakfak Berujung Musyawarah, Sesepuh Kei Minta Semua Pihak Kembali Bersatu

Sesepuh Keluarga Besar Kei di Kabupaten Fakfak, Yanto Hukubun, mengajak seluruh masyarakat Kei untuk mengakhiri perbedaan dan kembali memperkuat persatuan. (FOTO: IMRAN ALWI) 
PABAR.EXPOST.CO.ID, FAKFAK – Sesepuh Keluarga Besar Kei di Kabupaten Fakfak, Yanto Hukubun, mengajak seluruh masyarakat Kei untuk mengakhiri perbedaan dan kembali memperkuat persatuan setelah proses pemilihan Ketua Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) Kabupaten Fakfak.

Pesan tersebut disampaikan Yanto dalam pertemuan dan penetapan Ketua Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak yang berlangsung di Sekretariat Panitia Pemilihan Ketua KMK, Jalan KH Dewantara, Kabupaten Fakfak, Kamis (23/7/2026) sore.

Yanto mengatakan, proses yang telah dilalui bersama selama berbulan-bulan merupakan bagian dari perjuangan untuk menjaga keberadaan dan marwah organisasi kerukunan masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak.

Menurut dia, seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran tanpa mengharapkan imbalan. Semuanya dilakukan semata-mata karena kepedulian terhadap kerukunan dan masa depan masyarakat Kei.

"Siapa pun yang terpanggil untuk terlibat, semuanya mengabdi karena panggilan hati nurani. Karena itu, jangan sampai perjuangan yang sudah dilakukan selama berbulan-bulan menjadi sia-sia hanya karena kesalahan atau perbedaan yang seharusnya dapat diselesaikan bersama," kata Yanto.

Ia juga mengapresiasi langkah panitia dan para sesepuh yang memilih jalur musyawarah kekeluargaan untuk menyelesaikan dinamika yang muncul dalam proses pemilihan ketua.

Yanto menjelaskan, sebelumnya proses pemilihan sempat diarahkan pada tahapan penghitungan suara. Namun, melihat situasi dan kondisi yang dinilai belum kondusif, sejumlah tokoh kemudian mengambil langkah untuk mempertemukan kedua kandidat dan mencari jalan keluar melalui pendekatan musyawarah.

"Kalau persoalan ini dibiarkan, tentu kita khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Karena itu, kami mengambil langkah pendekatan secara kekeluargaan dengan kedua kandidat," ujarnya.

Ia menilai, musyawarah menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keutuhan masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak. Dengan komunikasi yang terbuka, kata dia, suasana yang sebelumnya tegang akhirnya dapat mencair dan menghasilkan kesepahaman bersama.

Yanto menegaskan, kesepakatan yang telah dicapai harus diterima dengan tulus oleh semua pihak dan tidak boleh kembali dipersoalkan setelah pertemuan berakhir.

"Kalau sudah ada pengakuan dan kesepakatan, maka itu harus menjadi pengakuan yang tulus. Jangan sampai di depan kita sepakat, tetapi setelah pulang kemudian muncul pembicaraan yang berbeda lagi," katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi internal dan forum musyawarah. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, tetapi tidak seharusnya berkembang menjadi saling menyalahkan atau memperlebar perpecahan.

"Kalaupun ada hal-hal yang dirasa kurang pas, mari kita bicarakan bersama di tempat ini. Jangan membicarakannya di luar sehingga menimbulkan persoalan baru," ucapnya.

Lebih lanjut, Yanto berharap setelah proses pemilihan dan penetapan kepengurusan selesai, tidak ada lagi kelompok atau tim yang membawa kepentingan masing-masing.

Ia mengajak seluruh pihak yang sebelumnya berada di kubu berbeda untuk kembali bergandengan tangan dan bekerja bersama demi kemajuan Kerukunan Masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak.

"Mulai hari ini tidak ada lagi tim-tim. Semua adalah keluarga. Mari kita dukung bersama agar apa yang sudah menjadi kesepakatan dapat berjalan dengan baik," tegasnya.

Yanto juga mengingatkan agar masyarakat Kei tidak terus melihat ke belakang dan memperpanjang persoalan yang telah diselesaikan melalui musyawarah.

Menurut dia, tantangan ke depan jauh lebih penting sehingga seluruh energi harus diarahkan untuk memperkuat organisasi, menyusun program kerja, serta membangun kebersamaan di antara keluarga besar masyarakat Kei.

"Kalau kita sudah melangkah ke depan, jangan lagi melihat ke belakang. Mari kita tinggalkan hal-hal yang sifatnya saling menuduh dan saling menyalahkan. Semuanya sudah selesai," katanya.

Ia berharap kepengurusan KMK yang terbentuk nantinya dapat menjadi wadah bersama bagi seluruh masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam menjaga persaudaraan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita semua kembali bersatu. Mari bergandengan tangan dan bersama-sama menjaga wadah kerukunan ini," pungkas Yanto. (*) 

Reporter: Imran Alwi

Editor     : Redaksi


Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close