![]() |
| Bupati Fakfak, Samaun Dahlan Ketika Resmi Membuka Kegiatan Perlombaan Peringatan 666 Tahun Islam Masuk di Tanah Papua, Ajak Warga Jaga Warisan Kerukunan. (FOTO: ISTIMEWA) |
Peringatan yang menjadi salah satu agenda keagamaan dan kebudayaan di Kabupaten Fakfak tersebut diawali dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami, seperti lomba membaca Surat Yasin dan pembacaan Kitab Barzanji. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya melestarikan sejarah penyebaran Islam di Tanah Papua yang diyakini bermula dari wilayah Fakfak.
Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa peringatan 666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua tidak hanya dimaknai sebagai refleksi perjalanan sejarah dan dakwah Islam, tetapi juga menjadi momentum memperkokoh nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kehidupan harmonis yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Fakfak.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang diwariskan para leluhur melalui filosofi Satu Tungku Tiga Batu harus terus dijaga sebagai fondasi dalam membangun daerah yang damai, inklusif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
"Momentum ini bukan hanya tentang sejarah masuknya Islam di Tanah Papua, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai persatuan, toleransi, dan kehidupan harmonis telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Fakfak melalui filosofi Satu Tungku Tiga Batu," ujar Samaun.
Ia menilai nilai-nilai tersebut telah menjadi identitas masyarakat Fakfak yang patut dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai modal sosial dalam membangun daerah.
Selain menjadi sarana syiar Islam, rangkaian kegiatan juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan berbagai produk kuliner khas daerah. Kehadiran stan-stan UMKM di kawasan RTH Ma'ruf Amin turut menghidupkan suasana peringatan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa penyelenggaraan berbagai perlombaan bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, melainkan menjadi media mempererat silaturahmi, meningkatkan syiar Islam, serta menumbuhkan rasa syukur atas keberkahan dan keharmonisan yang dimiliki Kabupaten Fakfak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, tokoh agama, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Kepada seluruh peserta lomba, Samaun berpesan agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar, mengembangkan kemampuan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan.
"Ikutilah perlombaan dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan kegiatan ini sebagai media untuk belajar, berkreasi, serta memperkuat tali persaudaraan," pesannya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Fakfak untuk terus menjaga keberagaman sebagai kekuatan bersama. Menurutnya, nilai persatuan yang diwariskan melalui filosofi Satu Tungku Tiga Batu harus terus dirawat agar Fakfak tetap dikenal sebagai simbol kerukunan dan toleransi di Tanah Papua.
"Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan kita, sementara kebersamaan merupakan kunci untuk mewujudkan Fakfak yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing," tuturnya.
Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua secara resmi dibuka dengan ketukan palu dan pembacaan basmalah oleh Bupati Fakfak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Fakfak, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Fakfak, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Fakfak.
Dengan mengusung semangat sejarah, persaudaraan, dan toleransi, peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat identitas Fakfak sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan hidup berdampingan dalam bingkai Satu Tungku Tiga Batu. (*)
Penulis: Imran Alwi. Fuad
Editor : Redaksi PabarExpost


Social Footer