![]() |
| Mantan Menteri Pertahanan sekaligus Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. (FOTO: ISTIMEWA) |
Kabar wafatnya tokoh militer senior tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga, jajaran TNI, para tokoh nasional, serta masyarakat yang mengenal kiprah dan pengabdiannya selama puluhan tahun untuk bangsa dan negara.
Ryamizard dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan pertahanan Indonesia. Kariernya yang panjang membawanya dari berbagai medan pengabdian militer hingga dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Terinspirasi Semangat Persatuan Bangsa
Perjalanan Ryamizard menuju dunia militer berawal dari ketertarikannya terhadap sejarah perjuangan bangsa. Sejak muda, ia mengagumi sosok Mahapatih Gajah Mada yang dikenal memiliki cita-cita mempersatukan Nusantara.
Semangat nasionalisme tersebut semakin tumbuh berkat pengaruh sang ayah yang turut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai pengabdian dan kecintaan terhadap Tanah Air kemudian menjadi fondasi yang membentuk perjalanan hidupnya.
Setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 7 Jakarta, Ryamizard melanjutkan pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) dan lulus pada 1974.
Meniti Karier hingga Puncak Kepemimpinan TNI AD
Karier Ryamizard berkembang melalui berbagai penugasan dan jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Pengalamannya memimpin satuan tempur hingga struktur komando tingkat tinggi menjadikannya salah satu perwira yang berpengaruh dalam pembinaan kekuatan Angkatan Darat.
Sejumlah posisi penting yang pernah diembannya antara lain Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad, Kepala Staf Kostrad, Pangdam V/Brawijaya, Pangdam Jaya/Jayakarta, Panglima Kostrad, hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Rangkaian jabatan tersebut mencerminkan perjalanan panjang pengabdiannya dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara serta memperkuat profesionalisme prajurit TNI.
Dipercaya Menjadi Menteri Pertahanan
Setelah memasuki masa purnatugas dari dunia militer, Ryamizard kembali memperoleh kepercayaan untuk mengemban tugas negara. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja periode 2014–2019.
Selama menjabat, Ryamizard dikenal aktif mengampanyekan program bela negara sebagai upaya memperkuat kesadaran kebangsaan di tengah masyarakat. Menurutnya, bela negara tidak hanya dimaknai sebagai keterlibatan dalam aspek militer, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa, kepatuhan terhadap konstitusi, serta komitmen menjaga persatuan Indonesia.
Gagasan tersebut menjadi salah satu program yang paling melekat dengan kepemimpinannya di Kementerian Pertahanan.
Sosok Tegas dan Nasionalis
Di mata banyak kalangan, Ryamizard dikenal sebagai pemimpin yang tegas, lugas, dan memiliki pandangan kuat mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selama berkarier, ia kerap menekankan bahwa kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas segala kepentingan lainnya. Sikap tersebut membuatnya dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai nasionalisme dan ketahanan nasional.
Rekan-rekan sejawat maupun para prajurit yang pernah bekerja bersamanya mengenang Ryamizard sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan dan memiliki komitmen tinggi terhadap tugas negara.
Warisan Pengabdian untuk Indonesia
Kepergian Ryamizard Ryacudu menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk bangsa. Dari seorang taruna Akabri hingga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, perjalanan hidupnya diwarnai oleh pengabdian terhadap keamanan, pertahanan, dan kedaulatan Indonesia.
Pemikiran serta komitmennya terhadap nasionalisme, bela negara, dan persatuan bangsa menjadi warisan yang akan terus dikenang dalam sejarah perjalanan Indonesia.
Ryamizard Ryacudu telah berpulang, namun jejak pengabdian dan dedikasinya bagi negeri akan tetap tercatat sebagai bagian penting dalam sejarah pertahanan nasional. (Red)


Social Footer