Melalui kanal informasi resminya, Kemenkes menegaskan bahwa surat undangan rekrutmen yang beredar tersebut merupakan hoaks dan tidak berasal dari lembaga resmi Kementerian Kesehatan.
Dalam surat yang beredar, pelaku mencatut nama dan identitas Kemenkes untuk mengundang sejumlah calon peserta mengikuti tahapan seleksi karyawan. Namun, Kemenkes memastikan informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai isi surat tersebut.
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi, dokumen penting, maupun sejumlah uang kepada pihak yang mengaku mewakili Kemenkes sebelum memastikan kebenaran informasi yang diterima.
“Informasi mengenai undangan seleksi calon karyawan yang mengatasnamakan Kementerian Kesehatan RI dipastikan hoaks. Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan,” demikian imbauan Kemenkes, Minggu (31/5/2026).
Selain itu, masyarakat diminta lebih teliti terhadap berbagai tawaran rekrutmen yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Modus penipuan semacam ini kerap memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan dengan mengirimkan surat palsu yang tampak meyakinkan.
Kemenkes menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait penerimaan pegawai, rekrutmen, maupun program kementerian hanya diumumkan melalui situs web dan akun media sosial resmi Kementerian Kesehatan RI.
Masyarakat yang menerima surat atau pesan serupa diharapkan segera melakukan pengecekan ke sumber resmi dan tidak meneruskan informasi yang belum terverifikasi guna mencegah penyebaran hoaks yang lebih luas. (Red)


Social Footer