Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembukaan Sekolah Rakyat tambahan yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
Agus Jabo menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat tambahan ini berada di luar tahapan pengembangan yang telah berjalan sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas milik kementerian dan lembaga guna mempercepat proses operasional.
“Pemanfaatan aset yang sudah tersedia menjadi langkah strategis agar program ini dapat segera berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyesuaian sarana dan prasarana akan dilakukan secara bertahap seiring dengan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, pemerintah tetap memastikan kelayakan infrastruktur melalui asesmen dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Fasilitas pendukung seperti asrama, ruang makan, dan area belajar juga telah disiapkan guna menunjang proses pembelajaran yang layak dan nyaman bagi para siswa.
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata dan inklusif, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. (Red)



Social Footer