PABAR.EXPOST.CO.ID, FAKFAK – Dari sudut timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, lahir sebuah kisah inspiratif tentang ketekunan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Seorang gadis muda bernama Munggry Kwaras berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an di usia yang masih belia.
Dilansir dari akun facebook Nimathul Kalidah, Minggu (8/3/2026) menceritakan bahwa perjalanan Munggry tidaklah mudah. Di tengah keterbatasan dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar, ia menapaki jalan panjang sebagai penghafal Al-Qur’an dengan penuh kesabaran dan ketekunan.
Perjuangan itu akhirnya berbuah manis pada Ramadhan 1445 Hijriah atau dua tahun lalu, ketika Munggry berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Momen tersebut menjadi saat yang penuh haru bagi dirinya dan orang-orang yang mendampingi perjalanan spiritualnya.
Keberhasilan itu bukan sekadar pencapaian akademik atau prestasi pribadi. Lebih dari itu, perjalanan Munggry mencerminkan ketekunan, doa, dan keyakinan bahwa siapa pun yang menjaga Al-Qur’an akan mendapatkan kemuliaan dari Allah.
Bagi Munggry, menghafal Al-Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan. Ia memiliki cita-cita untuk kembali ke tanah kelahirannya di Fakfak dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia berharap dapat menebarkan semangat belajar Al-Qur’an, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang lebih dekat dengan nilai-nilai keislaman.
Kisah Munggry Kwaras menjadi bukti bahwa jarak dan keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih mimpi. Dari timur Indonesia, seorang hafizah lahir, membawa cahaya harapan bagi tanah kelahirannya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Cerita ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk disimpan di rak rumah, tetapi untuk dipelajari, dijaga, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (Red)


Social Footer