Tim berjuluk Persifa ini datang membawa misi penting, yakni menjaga eksistensi sekaligus menghindari potensi sanksi administratif akibat absennya partisipasi pada kompetisi sebelumnya.
Juru Bicara Persifa Fakfak, Semmy Lesnussa, mengatakan timnya telah tiba di Manokwari dengan kekuatan 15 pemain yang mayoritas merupakan talenta lokal.
“Kami membawa 15 pemain dengan rentang usia sesuai regulasi Liga 4, yakni kelahiran 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2008, serta diperkuat lima pemain senior,” ujar Semmy di Fakfak, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan, sebagian besar pemain yang diboyong merupakan hasil seleksi terbuka di Kabupaten Fakfak, sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan potensi lokal.
“Ada tiga pemain tambahan dari luar daerah untuk menyesuaikan kebutuhan tim,” katanya.
Semmy mengungkapkan, perjalanan Persifa menuju kompetisi ini tidaklah mudah. Tim harus menjalani seluruh rangkaian persiapan tanpa dukungan dana yang memadai.
“Mulai dari pemusatan latihan terbuka hingga tertutup di Diklat, kami jalani selama kurang lebih 43 hari. Semua proses dilakukan tanpa dukungan finansial,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Persifa Fakfak tetap memasang target realistis, yakni lolos dari fase penyisihan grup.
“Jika diberikan hasil terbaik, kami berharap bisa melangkah hingga semifinal,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Fakfak untuk memberikan doa dan dukungan kepada tim yang membawa nama daerah tersebut di kancah sepak bola Papua Barat.
“Kami mohon dukungan masyarakat Fakfak agar tim ini dapat memberikan hasil terbaik,” kata Semmy. (Iaf)


Social Footer