Breaking News

Pemkab Fakfak Imbau Pedagang Jaga Kebersihan Jelang Peresmian Pasar Thumburuni

Zet Sampe Tandok mengingatkan, pasar yang bersih mencerminkan kepedulian bersama. Ia mengajak para pedagang turut menjaga lingkungan Pasar Thumburuni tetap tertib dan sehat. (Foto: Istimewa/RB) 
Pewarta: Imran Alwi. Fuad

PABAR.EXPOST.CO.ID, FAKFAK, PAPUA BARAT – Menjelang peresmian Pasar Rakyat Thumburuni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak mengimbau seluruh pedagang untuk menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan pasar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan pasar yang bersih, nyaman, dan representatif bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Fakfak, Zet Sampe Tandok, saat ditemui wartawan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Jumat (25/7/2025).

“Kami mengajak seluruh pedagang yang akan menempati Pasar Thumburuni untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Pasar ini sudah dibangun kembali dengan baik, mari kita rawat karena ini adalah aset milik kita bersama,” ujarnya.

Zet juga menyoroti kebiasaan membuang ludah pinang secara sembarangan yang kerap mencemari lingkungan pasar. Ia menegaskan agar kebiasaan tersebut tidak lagi dilakukan di area pasar baru.

“Kebiasaan meludah pinang sembarangan sangat merusak pemandangan dan kebersihan. Kami harap hal ini tidak terjadi lagi di Pasar Thumburuni,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh pedagang diimbau untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan demi menciptakan suasana pasar yang sehat dan tertib.

“Jangan buang sampah sembarangan. Gunakan tempat sampah yang sudah disiapkan agar kebersihan pasar tetap terjaga,” tambahnya.

Saat ini, Pemkab Fakfak tengah melakukan proses relokasi pedagang dari dua lokasi pasar sementara, yakni Pasar Kelapa II dan Pasar Tanjung Wagom, ke Pasar Rakyat Thumburuni. Relokasi tersebut dilakukan seiring dengan persiapan peresmian pasar yang baru dibangun itu.

Sebagai informasi, Pasar Thumburuni sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat kebakaran saat terjadi kerusuhan sosial di Tanah Papua pada tahun 2019. Setelah melalui proses pembangunan kembali, pasar ini kini siap difungsikan kembali sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat Fakfak. (*) 

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close