PABAR.EXPOST.CO.ID, FAKFAK – Di tengah gegap gempita dukungan terhadap Timnas Brasil pada Piala Dunia 2026, seorang ibu di Fakfak, Papua Barat, memiliki cara unik menunjukkan kecintaannya kepada Selecao. Ia menamai anaknya 'Neymar', terinspirasi dari bintang sepak bola yang telah lama menjadi idolanya.
Perempuan yang akrab disapa Ocha itu mengaku telah lama mengidolakan bintang sepak bola Brasil, Neymar. Kekaguman tersebut bahkan diwujudkannya dengan memberikan nama "Neymar" kepada anaknya.
"Saya sudah lama mengidolakan Neymar. Karena sangat mengagumi sosoknya, saya memberikan nama Neymar kepada anak saya," ujar Ocha saat ditemui usai mengikuti konvoi pendukung Brasil di Fakfak, Rabu (10/6/2026).
Bagi Ocha, Brasil bukan sekadar tim sepak bola favorit. Kecintaannya terhadap tim peraih lima gelar juara dunia itu telah tumbuh sejak lama dan menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai penggemar sepak bola.
Ia pun optimistis Brasil mampu tampil gemilang pada Piala Dunia 2026 dan kembali mengangkat trofi juara dunia.
"Saya yakin Brasil bisa menjadi juara. Semoga seluruh pendukung tetap menjaga persaudaraan, menjunjung sportivitas, dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman selama turnamen berlangsung," katanya.
Menurut Ocha, sepak bola seharusnya menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan memicu perpecahan. Perbedaan dukungan terhadap tim favorit dinilai sebagai hal yang wajar selama tetap dilandasi rasa saling menghormati.
"Kita boleh mendukung tim masing-masing dan merayakan kemenangan, tetapi tetap harus saling menghargai. Jangan sampai karena berbeda dukungan lalu saling menghujat," ujarnya.
Ocha juga mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat Fakfak dalam menyambut perhelatan sepak bola terbesar di dunia tersebut. Ribuan warga yang mengenakan atribut khas Brasil membuat suasana kota terasa berbeda.
"Ramai, meriah, dan semua terlihat kompak. Rasanya seperti berada di tengah lautan pendukung Brasil," katanya sambil tersenyum.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pesona Brasil masih memiliki tempat istimewa di hati banyak pencinta sepak bola Indonesia, termasuk masyarakat di wilayah timur Nusantara. Bagi Ocha, dukungan kepada Brasil bukan hanya soal pertandingan di lapangan hijau, melainkan sebuah kecintaan yang telah menjadi bagian dari identitas dan kisah hidupnya, bahkan diabadikan melalui nama sang buah hati. (Alwi. Fuad)


Social Footer